Like you , I Can't Say That (Part 1)
Aku tengah sibuk dengan tugas kimia malam itu . Hp ku tampak berkedip beberapa kali, Akhirnya dengan setengah hati aku pun bangkit dari meja belajar dan membaca pesan singkat yang kuterima. Rupanya dari Tara,yang menanyakan apa tugasnya dikelompok biologi besok. Dengan sedikit menggumam aku mencoba mengingat - ingat apa tugasnya. Dan yang akhirnya kuingat adalah dia tidak satu kelompok dengan ku. Bagaimana bisa dia melupakan kelompoknya sendiri ? Benar - benar ceroboh .gumam ku dalam hati. Sejujurnya aku tidak terlalu dekat dengan Tara,biasa saja seperti teman - teman cowok yang lain,tapi entah mengapa ada hal yang berbeda darinya akhir - akhir ini yang kurasakan. Aku pun lebih memilih untuk tidak menjawab smsnya,biar sajalah dia kebingungan.
Seminggu berlalu, ketika aku tengah sibuk membalas chat temanku sambil berjalan di koridor sekolah. Dia yang tiba - tiba muncul menyapaku dengan hangat. " Hai Ar ... " Sapanya sambil tersenyum manis. Sekejap aku langsung menoleh "Oh hai ... " Jawabku bingung. Kesambet apa sih dia kok jadi ramah gitu. Dan dia hanya menyapaku , padahal aku tengah berjalan bersama Riri , mana mungkin dia tidak mengenal Riri yang juga teman sekelasnya lebih tepatnya teman sekelas kami.
Tara adalah tipe cowok pendiam, dia sangat irit bicara , bahkan cenderung misterius dimataku. Jadi jika tiba - tiba dia bersikap sebegitu ramahnya bukan kah aneh ? . Mungkin dia tengah berlatih menjadi orang yang terbuka terka ku. Sampai detik itu pun tak ada pikiran atau perasaan aneh tentangnya. Lagipula aku memang selama ini tak terlalu mengenalnya,kami hanya pernah sekali duduk sebangku pada waktu aku dan dia sama- sama datang terlambat. Itu pun sepanjang hari kami hanya berbicara seperlunya tentang pelajaran.
Namun,sebulan setelah kejadian itu ada hal yang membuat ku berubah pikiran tentang Tara. Sesuatu yang tak pernah kuduga sebelumya,dan rasanya terbesit dibenak ku saja tidak sama sekali .... yang kini menjadikan hidup ku entah berubah menjadi lebih baik atau bertambah buruk ???
Bersambung .....


0 komentar:
Posting Komentar