RSS
Para pujangga berlomba - lomba
Meramu untaian kata demi kata
Meniupkan ruh mecoba membangkitkan jiwa
Pada alunan bait sendu tentang kita






Sekolah adalah hal luar biasa yang dianugerahkan untuk ku. Sekalipun tak jarang aku memaki karena segunung tugas dan ujian yang tak lelah silih berganti menghampiri. Namun,sejujurnya aku tak pernah membencinya,aku menyukainya. Tempat dimana aku bisa merasakan hangatnya persahabatan hingga paitnya percintaan. Tempat dimana aku bisa merasa menjadi seorang remaja normal pada umumnya.  

Di sekolah aku belajar bagAimana bisa berkerja sama dengan banyak sifat yang jauh bertentangan denganku. Disana pula aku belajar apa yang disebut kesetiaan,ketulusan,sekaligus kemunafikkan. 
Kini aku tengah menggoreskan kisahku yang kelak akan menjadi kenangan ketika aku tak lagi berada disana. Kelak ketika waktu memaksa ku menapaki kehidupan yang lebih dewasa. 

Lalu apa aku tega membiarkan ini berlalu begitu saja? tanpa kenangan ? tanpa warna ? Aku masih terus berusaha mengukir kenangan terbaik untuk masa ini. Masa yang orang - orang dewasa ingin kembali lagi ke masa yang tengah ku lalui ini. 

Ketika kebahagiaan disini hanya karena jam kosong,guru killer gak masuk,pulang pagi,libur 1 minggu,sekelas sama gebetan,nongkrong bareng sahabat,dan nilai bagus. 
Ketika kebahagiaan bisa didapat begitu sederhana. Dan kesedihan hanya karena nilai jelek,gagal libur,gebetan jadian sama temen lain. Kesedihan pun begitu sederhana. 

Apa kau masih saja muak dengan segala hal tentang sekolah ? 

Hai kawan ? tak ingin kah kau memberikan kisah termanis di masa ini ? ketika kelak kau dewasa kau tak segan mengingatnya . 

Kepada pagi yang menyapa embun
Tak lelah kah kau dengan keseharianmu
Melontarkan cahaya yang manusia enggan menerima
Yang mengganggu nyenyak tidurnya


bulan merekah , terseyum cerah
Setelah sekian hari bersembunyi dalam celah
gemerlap bintang dengan takzim menemani tanpa lelah

hai bulan , ku sapa perlahan
akankah salam ini tersampaikan ?
aku tak berharap banyak
hanya senyuman cukup bagiku untuk membekukan
setidaknya tak hanya didiamkan

entah mengapa rindu ini begitu dalam
padahal sepanjang pagi aku menatapnya diam diam
dibalik celoteh tawa penuh candaan




hai yang mencinta tapi tak tau dicinta atau tidak
yang dalam keseharian melirik diam diam
mencoba mencari kepastian
namun tak kunjung datang

hai yang berlagak sok gak peduli
padahal dalam hati
udah khawatir setengah mati

hai yang diam diam merindu
berharap disana dia juga rindu
namun yang ada tak pernah sekalipun dipikiranya ada kamu

hai yang bahagia kalau liat dia ketawa
sekalipun gak tau apa yang menjadikannya bahagia
setidaknya dia tidak sedang tertimpa duka

hai yang berpura pura biasa aja
pas lagi deket sama dia
padahal jantung kayak udah mau lompat terjun ke rawa - rawa

Tapi apa kabar yang disana yang dipeduliin,dirinduin tapi gak pernah peka
entah karena kamunya yang emang gak minat berurusan dengan cinta
atau karena sudah ada yang menjadikan hatimu berbunga - bunga
di setiap duka yang kau terima. Atau memang kamu tahu aku mendamba namun berpura - pura
karena kau tak cinta.



Ketika rasa mulai hanyut terbawa deras labuh kehidupan
Yang terseret , terombang - ambing gelombang kehancuran
Para insan tersentak mulai menengadah mencoba mencari tuhan
Namun tak ditemukan

Hanya sapuan angin menghantam menampar diri
Terjatuh bersimpuh mencoba bangkit lagi
Namun tertatih langkah itu tak pernah kembali

Deruan amarah berdesing tajam
Terkutuklah mereka yang dulunya diam
Kini berhambur mencari perlindungan

Semua mendadak lenyap
menghilang bagai sulap
Kini mereka semua diam terlelap